Showing posts with label Besaran dan Satuan. Show all posts
Showing posts with label Besaran dan Satuan. Show all posts

Tuesday, 1 August 2017

Kuis Pengukuran

Soal berikut meliputi materi Pengukuran besaran panjang, volume, waktu, massa, Besaran Pokok, Besaran turunan, Satuan Internasional, dan satuan baku. Jumlah soal sebanyak 20.

Syarat: Untuk menjawab Kuis ini diharuskan LOGIN dengan akun gmail tiap siswa.
 

Thursday, 21 July 2016

Kuis Pengukuran

Soal berikut meliputi materi Pengukuran besaran panjang, volume, waktu, massa, Besaran Pokok, Besaran turunan, Satuan Internasional, dan satuan baku. Jumlah soal sebanyak 20.

Waktu pengerjaan soal adalah 1 minggu sejak diumumkan

Saturday, 16 July 2016

Tugas Hakikat Fisika; Besaran, Satuan dan Dimensi

Soal berikut meliputi materi Hakikat Fisika: Pengertian Fisika dan Penerapan Fisika; Besaran, Satuan dan Dimensi. Waktu pengerjaan soal adalah 1 minggu sejak diumumkan.



Tuesday, 15 September 2015

Notasi dan Penggambaran Vektor


Vektor merupakan besaran yang memiliki nilai dan arah. Beberapa contoh dari besaran vektor antara lain adalah perpindahan, kecepatan, percepatan dan gaya.

Sedangkan besaran skalar adalah besaran yang tidak mempunyai arah. Besaran skalar hanya mempunyai nilai. Contoh dari besaran skalar adalah panjang, massa, suhu, volume dan waktu.

Notasi vektor

Sebuah vektor dapat dinyatakan dengan notasi sebagai berikut:

Pertama, dicetak dengan satu huruf tebal atau Bold. Ini berlaku untuk tulisan yang dicetak misalkan di koran atau buku.

Kedua, dituliskan dengan satu huruf yang diberi tanda anak panah di atasnya. Ini berlaku untuk tulisan yang ditulis dengan tangan di buku catatan atau ditulis tangan di papan tulis misalnya.

Penggambaran vektor

Sebuah vektor dapat digambarkan dengan satu anak panah. Panjang anak panah merupakan nilai vektor. Sedangkan arah anak panah merupakan arah vektor.

Arah vektor dapat dinyatakan Empat arah mata angin yaitu utara timur selatan barat. Arah vektor juga dapat dinyatakan dengan besar sudut terhadap sumbu x positif. Sudut positif adalah berlawanan dengan arah jarum jam.

Sumber: fisika peminatan matematika dan ilmu alam untuk SMA atau SMA kelas 10, penulis Sofi Ani Rufaidan dan Sarwanto, penerbit Mediatama. Tahun 2013. Surakarta.

menggambar vektor

Tuesday, 8 September 2015

Besaran Vektor

Ketika kita mempelajari gerak dalam pelajaran fisika misalnya, kita akan melibatkan berbagai besaran yang digunakan. Contohnya adalah besaran jarak(distance), perpindahan (displacement), kelajuan (speed), kecepatan (velocity), percepatan (acceleration), gaya (force), massa (mass), momentum, energi, usaha (work), daya (power), dan lain sebagainya. Semua besaran tersebut dapat dibagi dalam dua kategori besaran, yaitu besaran vektor dan besaran skalar.

Besaran vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah. Sehingga dengan kata lain besaran skalar adalah besaran yang memiliki besar saja. Besaran vektor akan memudahkan kita memahami kajian gerak dan gaya yang terjadi pada dua dimensi.

Contoh dari besaran vektor adalah perpindahan (displacement), kecepatan (velocity), percepatan (acceleration) dan gaya (force). Setiap dari besaran ini adalah unik, berbeda dari besaran lainnya. Semuanya memiliki besar dan memiliki arah sekaligus. Sebagai contoh, misalnya pak guru atau bu guru mu mengatakan bahwa “ada sekantong batu akik letaknya di luar kelasmu. Kamu bisa menemukannya dengan berpindah sejauh 20 meter”. Pernyataan ini akan membuatmu tertarik untuk menemukan kantong itu. Akan tetapi ada sesuatu yang kurang tampaknya. Ya, kamu akan menjadi kebingungan apabila informasi yang diberikan hanya sebatas itu saja. Dua puluh meter dari tempatmu berada. Dimanakah gerangan? Ke arah mana kamu mestinya bergerak berpindah? Apakah maju ke depan, mundur ke belakang, berpindah ke samping kanan atau ke samping kiri? Atau malah ke arah yang sama sekali di luar dugaanmu?

Kamu bisa menemukan kantong berisi batu akik itu hanya apabila kamu berpindah. Untuk itu kamu harus melakukan perpindahan. Perpindahan sejauh 20 meter. Akan tetapi itu saja tidak cukup. Perpindahan mensyaratkan arah. Sehingga pernyataan di atas baru memberikan kejelasan apabila disebutkan ke arah mana kamu harus berpindah.

Berbeda halnya jika gurumu memberikan keterangan yang bunyinya misalnya, “Kantong batu akik itu berada di luar kelasmu. Untuk menemukannya, kamu harus berpindah dari tengah kelas sejauh 20 meter pada arah 30 derajat ke barat. Nah, pernyataan yang baru ini memberikan deskripsi lengkap bagaimana perpindahan yang harus kamu lakukan. Pernyataan itu sudah mendeskripsikan perpindahan sebagai vektor, yaitu memiliki besar 20 meter dan arah 30 derajat ke barat. Besar dan arah dari besaran vektor akan menjadi relatif berdasarkan titik acuan atau titik awal. Besaran vektor tidak dapat digambarkan tanpa memuat besar dan arah yang dimilikinya.


Disadur dari http://www.physicsclassroom.com/class/vectors

gambar vektor

Sunday, 14 September 2014

Alfabet Yunani untuk Simbol Besaran Fisika

Simbol-simbol besaran fisika seringkali menggunakan salah satu huruf dari alfabet Yunani,  oleh karena itu perlu rasanya kita mengenal dan mengetahui alfabet Yunani tersebut. Yah, sekurang-kurangnya beberapa huruf yang digunakan sebagai simbol atau lambang besaran fisika tersebut, misalnya simbol untuk kecepatan sudut adalah omega yaitu hurufnya: w. 

huruf yunani


Berikut Alfabet Yunani selengkapnya kami salinkan dari Buku Maestro Fisika, Latihan Dasar Olimpiade Fisika untuk pelajar SMA, yang ditulis oleh Setyadi Markus, terbitan Yrama Widya, tahun 2009.

Nama huruf
Huruf besar
Huruf kecil
Alpha
A
a
Beta
B
b
Gamma
G
g
Delta
D
d
Epsilon
B
e
Zeta
Z
z
Eta
H
h
Theta
Q
q
Iota
I
i
Kappa
K
k
Lambda
L
l
Mu
M
m
Nu
N
n
Xi
X
x
Omicron
O
o
Pi
P
p
Rho
P
r
Sigma
S
s
Tau
T
t
Upsilon
Y
u
Phi
F
f,j
Chi
X
c
Psi
Y
y
Omega
W
w


Wednesday, 13 August 2014

Kesalahan Fatal Akibat Kesalahan Konversi Satuan

Secara umum, sistem satuan SI lebih banyak digunakan diberbagai negara. Namun demikian, ada beberapa negara yang masih sering menggunakan satuan bukan sistem SI, misalnya Amerika Serikat. Amerika menggunakan sistem satuan U.S.

Costumary Unit


Costumary Unit atau biasa disebut sistem satuan Inggris. Sistem satuan ini memiliki satuan dasar kaki (untuk panjang), pound (untuk berat, bukan massa), dan sekon (untuk waktu). Walaupun demikian, sebagian kegiatan sehari-hari telah menggunakan sistem satuan SI, sehingga konversi satuan memiliki peran yang cukup besar di Amerika Serikat.

Pada tahun 1999, terjadi kekecewaan warga Amerika terhadap NASA, karena sebuah pesawat ruang angkasa berbiaya 125 juta dollar Amerika yang didesain akan mengorbit Mars ternyata justru lepas dari orbit dan hancur di planet tersebut.

Perusahaan pembuat roket pendorong untuk pesawat ruang angkasa tersebut memberikan informasi mengenai spesifikasi roket tersebut dalam sistem satuan U.S Costumary Unit, tetapi para ilmuwan di NASA yang mengendalikan roket tersebut mengira bahwa angka-angka yang tercantum dalam spesifikasi roket tersebut dinyatakan dalam sistem satuan SI.

Arthur Stephenson, kepala penyelidik untuk kegagalan pesawat ruang angkasa tersebut menyatakan bahwa "akar masalah" dari kehancuran pesawat ruang angkasa tersebut adalah kesalahan konversi satuan pada sebuah software pengendali di NASA.

Sebuah proyek yang sangat mahal harus berantakan gara-gara kesalahan konversi satuan. Inilah sebabnya mengapa pencantuman satuan pada sebuah angka memiliki arti yang sangat penting.

sumber: Terpadu Fisika SMA Jilid 1A untuk kelas X Kurikulum 2004. Bob Foster. Penerbit Erlangga. 2004